Mereka menguji sekira 300 pendonor pertama serta 600 pendonor tetap yang berada pada rentang usia 18–30. Hal itu dilakukan di tempat dan menggunakan perangkat yang berbeda
pula. Harapannya, para pendonor muda itu akan menjadi kontributor seumur hidup untuk palang merah di Australia.
Perangkat visualisasi vena (vein visualization device) bekerja dengan cara memancarkan sumber cahaya inframerah menuju hemoglobin yang terdeoksigenisasi secara alami ke dalam tubuh.
Kemudian, hemoglobin yang terdeoksigenasi (deoxygenated hemoglobin) menyerap cahaya dan pembuluh darah pendonor akan muncul dalam warna hijau bersinar. Penelitian berfungsi mengurasi kecemasan pendonor darah. Sehingga, diharapakan mereka kembali lagi dan dengan senang hati mendonorkan darahnya.
Pengguna dapat mengunjungi laman YouTube dengan judul New Technology for the Blood Service (https://www.youtube.com/watch?v=OlsohMj_IVA#t=56) untuk melihatnya. Demikian seperti dikutip Techcrunch, Senin (3/11/2014).

0 komentar:
Posting Komentar