Selasa, 04 November 2014
Ilmuwan Gunakan Device Pendeteksi Pembuluh Darah
Sukses di Industri Smartphone, Xiaomi Expansi ke Televisi
Xiaomi Technology Co Ltd dikabarkan telah menyiapkan dana sebesar USD3 miliar untuk memuluskan usaha barunya tersebut.
Bisnis baru yang tengah dikembangkan oleh Xiaomi, dikabarkan telah mempersiapkan Xiaomi TV serta perangkat set-top box yang menggunakan software dan konten. Bahkan, hal ini dipertegas dari pihak perusahaan melalui posting-an disitus Weibo dengan menunjuk eksekutif perusahaan internet China, Sina Corp, Chen Tong untuk merombak bisnis TV dan membuatnya lebih beragam dan menarik.
“Kami ingin mengulang kesuksesan hardware model integrasi Xiaomi dalam industri televisi,” jelas Chen pada konferensi pers yang dilansir dari situ Reuters, Selasa (4/11/2014). Ekspansi Xiaomi kebisnis TV Internet ini, dikabarkan juga adalah sebagai usahanya menyaingi perusahaan internet lokal seperti Alibaba Group Holding Ltd, Tencent Holding Ltd serta Baidu Inc yang semuanya telah meningkatkan investasi mereka kebisnis yang sama.
Perusahaan riset asal China, iResearch mengatakan bahwa bisnis TV Internet ini harus memiliki modal yang cukup kuat yang diperkirakan akan mencapai angka USD3 miliar pada tahun 2014.
JONGLA, Aplikasi Pesaing WhatsApp Siap RIlis di Indonesia
Bicara tentang pasar di Indonesia, Riku menambahkan bahwa kami sangat antusias dapat hadir di Indonesia, karena masyarakat terbuka dan kritis dengan kemajuan platform teknologi dan kreativitas layanan pesan singkat. Oleh karena itu, kami berharap apa yang menjadi kekuatan Jongla mampu diterima dan digunakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya anak muda.
Fitur Utama Aplikasi Jongla
- Tak berbayar dan tak terbatas: Pengguna Jongla bebas untuk chatting dan mengirim jumlah pesan ke kontak mana saja di dunia dengan tidak ada biaya;
- Personalisasi: Jongla memperkaya komunikasi pengguna dengan menyenangkan dan interaktif stiker yang membawa pesan untuk hidup;
- Aman: Pesan sepenuhnya dienkripsi dengan TLS untuk memastikan keamanan maksimum;
- Sosial: Pengguna dapat membuat profil sosial sendiri serta profil perubahan gambar dan gambar sampul;
- Kehadiran: Pengguna dapat dengan mudah melihat teman-teman yang sedang online, offline, atau mengetik pesan kembali;
- Sinkronisasi: Jongla akan menyinkronisasi secara otomatis buku alamat untuk menghubungkan pengguna dengan teman-temannya;
- Pemberitahuan: Pengguna mendapat pemberitahuan pesan baru dan permintaan teman;
- Kanal: Merupakan cara baru untuk brand dan para selebriti untuk berinteraksi dengan penggemar dan pelanggan melalui perangkat seluler.
“Fitur utama yang disediakan oleh Jongla adalah pembeda kami dengan pesan instan lainnya. Stiker bergerak dan interaktif membuat instant messaging Jongla lebih menyenangkan. Kami
optimis stiker interaktif Jongla akan menjadi favorit anak muda Indonesia” ujar Riku. Dengan mengedepankan kualitas, aplikasi-aplikasi ini menawarkan sejumlah fitur, termasuk push-to-talk, stiker interaktif, broadcast, kanal, dan group chat. Fitur push-to-talk memberikan cara baru
untuk chatting yang memungkinkan pengguna untuk pesan suara hingga 10 detik. Pesan dalam aplikasi juga memungkinkan pengguna dengan pilihan untuk menjaga obrolan pribadi antara dua pengguna atau memiliki percakapan kolektif hingga 50 orang menggunakan fitur chatgroup.
Jongla juga memungkinkan pengguna untuk menambahkan dimensi baru untuk foto mereka untuk berbagi dengan temanteman, menyediakan pilihan efek penyaringan (saat ini baru dapat diakses oleh iOS dan Windows). Aplikasi ini telah mendapatkan popularitas global dan dan sudah dipublish dalam 20 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
2015, Pengguna 2G Diprediksi Merosot
MENKOMINFO Dukung Pembangunan Pabrik Smartphone di Tanah Air
Smartphone Kelak Bisa Mengetahui Perasaan Pemilik Dari Suaranya
Media Penyimpanan Masa Depan Berbasis Otak Manusia

berkomunikasi. Pengetahuan ini selanjutnya akan memungkinkan pengembangan perangkat memori berskala nano yang stabil dan bisa diandalkan dan kemungkinan juga cara baru dalam pengorganisasian sistem komputer.
Minggu, 28 September 2014
Awas, Jebakan "Dark Data" Perusahaan
Istilah "dark data" mungkin belum banyak dikenal di Indonesia. Namun, perusahaan besar perlu mewaspadainya.
"dark data" didefinisikan oleh Gartner sebagai: aset informasi yang dikumpulkan, diproses, dan disimpan organisasi ketika melakukan aktivitas bisnis regular, tetapi umumnya gagal digunakan untuk keperluan lain (misalnya: analitis, hubungan bisnis, dan monetisasi langsung).
Dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/9/2014), Mark Bentkower, Director of Enterprise Solutions APAC, CommVault Systems mengatakan hampir semua organisasi memiliki data seperti itu.
Di kawasan ASEAN, dengan 17% perusahaan akan menghadapi pertumbuhan data lebih dari 50% pada tahun 2014, potensi terjadinya "dark data" ini juga besar.
Bentkower, mengutip Gartner, mengatakan bahwa organisasi sebaiknya mengkaji ruang lingkup masalah data tak terstruktur mereka dengan menggunakan perangkat analisa file (FA) untuk memahami di mana dark data mereka berada dan siapa yang memiliki akses ke sana.
Bedanya FA dari pelaporan tradisional adalah, FA mampu menyediakan informasi kontekstual dengan kemampuan menganalisa, mengindeks, mencari, menelusuri, dan melaporkan.
Dengan menerapkan FA pada Dark Data diibaratkan Bentkower sebagai "memberikan cahaya" alias menerangi tempat yang gelap. "Perangkat ini juga membantu organisasi membuat keputusan yang tepat seputar prioritas kebutuhan pengelolaan data tidak terstruktur untuk klasifikasi dan tata kelola informasi," ujarnya.
Bentkower mengatakan, sebuah penelitian menemukan bahwa 69% perusahaan menyimpan data yang sama sekali tidak punya nilai terhadap organisasi.Ini berarti organisasi bisa saja menghabiskan hingga 20% anggaran tahunan mereka pada penyimpanan data yang tidak berguna, dengan hampir tidak ada ROI.
Peranti FA dikatakannya mampu melakukan pembersihan yang dibutuhkan, yaitu mengidentifikasi data mana yang bisa dipindahkan ke penyimpanan yang lebih murah, dan yang mana yang dapat dihapus.
Namun, Bentkower mengakui ada tantangan organisasi dalam mengadopsi FA. "Mereka enggan untuk pada akhirnya berhadapan dengan jurang yang ditunjukkan oleh dark data," ujarnya.
Pada akhirnya ia mengingatkan bahwa dark data bisa mewujud kesempatan untuk mentransformasi bisnis. "Begitu proses ini dimulai, manfaatnya dapat terlihat secara langsung dari segi penghematan dan pengurangan sumber daya," kata Bentkower.
Mungkin, ini bisa diibaratkan memiliki gudang penyimpanan namun tidak mengetahui barang apa saja yang ada di dalamnya. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah melakukan bersih-bersih.





