JAKARTA - Pengguna jaringan 2G di Indonesia diprediksi menurun pada tahun depan. Hal ini diungkap oleh Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi di Jakarta, Selasa (28/10/2014). Ia tidak menyebut berapa penurunannya, namun tren ke depan,
pengguna 2G akan berkurang dan layanan 4G bukan sebuah hal yang mustahil untuk diluncurkan.
Saat ini, XL memulai layanan real mobile 4G LTE (http://techno.okezone.com/read/2014/10/28/54/1057907/rayakan-hari-jadi-ke-18-xlluncurkan-4g-lte) dengan biaya investasi Rp7 triliun. Ada hitunghitungan dana yang perlu dikeluarkan, apabila pengguna 2G menurun, maka alokasi dana untuk men-support 2G itu bisa dialihkan ke 4G. "Kita liat handphone sekarang kebanyakan sudah smartphone, karena 50 persen sudah smartphone, karena kebutuhan 2G kemungkinan besar sudah mulai berkurang tahun depan," ujar Hasnul.
Untuk menjalanlan trial 4G LTE ini, kabarnya XL menggunakan pita 15MHz di frekuensi 1800MHz. "Kita punya 22,5MHz. Saat ini bolehnya di indoor saja. Kalau trial kurang bagus, kita lihat, kurang bagusnya kenapa. Diskusi kemarin itu, 260 operator di 135 negara sudah launching (4G), menurut mereka dibutuhkan (4G itu)," tuturnya.
Konon, 4G LTE bisa memakai frekuensi 700Mhz, 900Mhz, 1800MHz dan 2300MHz. "Idealnya di 700MHz, karean penetrasi ruangan lebih bagus dan di 1800MHz, itu pengguna handphonenya banyak," papar orang nomor satu ditubuh operator XL ini. Ditanya mengenai sumber dana, ia mengatakan bahwa perusahaan bisa loan (pinjaman) atau berasal dari internal. Hasnul juga optimis karena dari Kominfo (http://techno.okezone.com/read/2014/10/28/54/1058132/menkominfo-tantang-operatorhadirkan-4g-lte) (Kementerian Komunikasi dan Informatika) di bawah kendali Rudiantara (Menkominfo), sinyal-sinyal dukungan untuk penerapan 4G itu sudah terlihat. "Sangat positif. Ini trial jangan dianggap sebagai komersial. Trial untuk belajar, memahami pasar dan mengikuti aturan," ungkapnya. Hasnul juga kabarnya telah mengajukan proposal untuk penggunaan 1800MHz, sesuai yang diminta oleh pemerintah. Diharapkan jaringan koneksi internet super cepat ini bisa dirasakan secara lebih meluas pada pertengahan 2015. Selain itu, perusahaan juga sedang mengkaji terkait tarif yang cocok bagi pelanggan untuk 4G. Menurut Hasnul, pengguna 4G
kemungkinan merupakan pengguna existing atau yang sudah berlangganan 3G dan ingin meningkatkan kecepatan pada layanan data.
"Plan pak Jokowi, semua akan kerja, semua mengarah ke broadband Indonesia. Saya yakin, teknologi kita akan lebih cepat meningkatnya. Saya sangat yakin, nanti masyarakat akan
menikmati speed (internet) yang lebih tinggi, yang imbang (dengan negara lain). Yangg dikomplain Indonesia kan speed internetnya rendah, mudah-mudahan kalau ini sudah dilakukan, kita bisa imbang dengan luar negeri," pungkasnya.

0 komentar:
Posting Komentar